Obat Aborsi Pada Wanita yang telat haid

Usia di bawah  20 tahun rentan mengalami efek berbahaya aborsi seperti pendarahan hebat, rusaknya organ reproduksi, hingga meninggal apalagi tanpa obat aborsi. Tak bisa dipungkiri bahwa kehamilan yang tak diinginkan semakin banyak terjadi, terutama di kalangan remaja. Beberapa lembaga independent mencatat bahwa 70 persen aborsi dilakukan oleh wanita usia 20 tahun ke bawah dengan alasan hamil di luar nikah, dan berakhir tragis. Sungguh memiriskan, apalagi aborsi yang dilakukan tidak legal dan tidak menggunakan obat aborsi dan tanpa bantuan tenaga ahli. Sebab banyak efek samping negatif jika prosedur tersebut dilakukan pada wanita di bawah umur. Apa saja efek tersebut?

obat aborsi cytotec

obat aborsi cytotec

Aborsi Di Usia Remaja Tanpa Obat Aborsi Bisa Merenggut Nyawa

Efek samping yang paling berbahaya dan sering terjadi pada wanita di bawah umur yang melakukan aborsi adalah meninggal saat prosedur dilaksanakan. Penyebabnya seperti pendarahan hebat, rusaknya organ vital, serta kondisi psikis dan tubuh yang belum matang untuk menerima obat dan penanganan medis aborsi.

  • Pendarahan hebat

Pendarahan hebat rentan terjadi pada prosedur aborsi yang dilakukan pada wanita dibawah 20 tahun. Karena terjadi infeksi pada rahim dan areal sekitarnya akibat penanganan yang salah. Ditambah pula jika obat aborsi yang digunakan tidak sesuai dosis. Seperti yang sering terjadi di klinik aborsi ilegal.

  • Rusaknya organ vital

Pada usia di bawah 17 tahun sebenarnya pertumbuhan organ reproduksi wanita belum maksimal, sehingga ketika dilakukan kuret, atau aborsi akan rentan terjadi kerusakan organ vital, mulai dari vagina, hingga rahim yang rentan sobek. Jika tidak ditangani dengan seksama oleh dokter, maka akan berakibat fatal bagi nyawa wanita tersebut.

  • Kondisi psikis dan fisik

Kondisi psikis wanita di bawah 17 tahun masih sangat labil, apalagi jika mengetahui dirinya hamil di luar nikah, beban mental akan menjadi alasan kuat proses aborsi yang tidak normal dan berakibat fatal. Tak sedikit wanita yang mengalami gangguan jiwa setelah melakukan aborsi di usia tersebut, bahkan beberapa memutuskan untuk mengakhiri hidup karena tertekan dan tak kuat menanggung malu.

Untuk menghindari resiko aborsi yang tidak baik apalagi tanpa disertai penanganan dengan obat aborsi yang tepat serta ahli yang kompeten, maka sudah semestinya Anda selaku orangtua memberikan pendidikan seks sedari dini kepada anak, dan bagi Anda wanita yang masih berusia remaja, berfikirlah untuj jangka panjang, bahwa kenikmatan seksual tak selamanya memberikan dampak positif, lebih baik melakukan hubungan seksual setelah menikah, karena aman dan halal, ketimbang coba-coba saat masih remaja yang menjadikan nyawa sebagai taruhannya.

Leave a Reply

obat telat bulan © 2016 | obat telat haid | obat aborsi | jual obat aborsi Obat Telat Bulan